Sudah 10 tahun gue menjadi potterhead. Gue mulai mengikuti Harry Potter saat duduk di bangku SD kelas 6. Sebenarnya, gue sudah tau Harry Potter sejak lama, sekitar tahun 2002.

Ada satu cerita. Dulu, setiap liburan SD, gue sering main ke rumah tante yang ada di Jakarta. Kebetulan, rumah tante gue memiliki perpustakaan kecil yang berisi komik dan novel. Salah satunya adalah buku serial Harry Potter. Jadi, setiap main kesana, pasti tante selalu minjamkan gue buku Harry Potter. Namun, waktu itu gue masih belum tertarik untuk membaca, karena bukunya berbahasa inggris. Setiap dipinjamin, pasti gue hanya membaca sedikit, trus ninggalin bukunya dan lebih milih buat baca komik (karena di komik ada gambar yang lucu-lucu dan ada cerita mermaid-nya).

Jodoh emang engga kemana. Suatu waktu, pas gue kelas 6 SD, teman satu les gue ngajak buat tukaran DVD. Jadi, waktu itu gue minjemin film horor “Silent Hill” dan dia meminjamkan film Harry Potter yang “Harry Potter and the Goblet of Fire”. Dari series ke-4 itulah, gue mulai menggilai Harry Potter.

Sejak saat itu, gue mulai mempelajari nama-nama tokoh yang berperan di serial Harry Potter sampe beli majalah yang ada ngebahas tentang Harry Potter. Gue juga hampir membeli perlengkapan sihir seperti jubah, tongkat dan sebagainya. Cuma, waktu itu berhubung engga punya uang, jadi gue coba untuk mengurungkan niat gue. Setidaknya, gue selalu tidak mau ketinggalan informasi terbaru tentang Harry Potter.

Gue inget banget, dulu sempat bikin kliping dan binder yang isinya penuh dengan tempelan-tempelan Harry Potter. Majalah yang isinya ada Harry Potter, gue gunting dan gue tempel di binder gue. Waktu itu, isinya ada beberapa mantra sihir, daftar death eater dan anggota Orde yang lama. Jadi, binder itu selalu gue bawa kemana-mana (bindernya udah kayak jimat deh, isinya mantra Harry Potter semua haha).

Trus, efek samping dari suka Harry Potter adalah bikin gue kebanyakan berhalusinasi alias menghayal. Misalnya, menghayal bisa masuk ke dunia sihir dan bisa makai mantra Harry Potter. Mungkin kalau itu beneran terjadi, mantra pertama yang gue sebut saat ini adalah Accio Jodoh! (maksudnya biar jodohnya datang dan engga jomblo lagi haha). Karena sering kebanyakan menghayal, gue sampe hafal semua mantra-mantra di film Harry Potter pada saat itu (termasuk hafal fungsi dan kegunaan mantranya).

Sempat sedih, karena waktu gue SMP binder udah engga jaman lagi. Jadi, akhirnya kliping a.k.a jimat gue itu, gue tempelin di dinding kamar (emang beneran engga mau lepas ama ini mantra-mantra mujarab Harry Potter). Pokoknya, dengan menjadi fans Harry Potter, memberikan gue banyak pengalaman lucu dan menarik yang engga bisa gue lupain. Saat ini, gue masih sering memutar dan menonton kembali serial Harry Potter (hari Sabtu kemarin masih nonton dan kebetulan tayang di HBO). Gue juga sudah menikmati pengalaman menjadi murid di Hogwarts. Ikutan “The Sorting Hat” untuk dapatin asrama, mencari tongkat serta dapatin patronus dengan bergabung di pottermore.com

 

Advertisements